Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kali ini ana akan memberikan beberapa informasi mengenai sebuah hal yang biasanya menjadi salah satu pertimbangan saat kita semua akan memilih sebuah gawai smartphone baik untuk daily driver ataupun untuk gawai cadangan yang biasanya digunakan untuk bermain game, ataupun melakukan kegiatan lain, berikut adalah hal penting bagian dari gawai smartphone tersebut yaitu Chipset.
Untuk kalian yang belum tahu apa itu Chipset berikut sedikit penjelasan mengenai Chipset tersebut :
Chipset smartphone adalah sekumpulan sirkuit terpadu (IC) yang mengatur dan mengendalikan berbagai fungsi utama pada sebuah ponsel pintar. Bisa dibilang, chipset adalah "otak" dari smartphone, karena menggabungkan beberapa komponen penting dalam satu paket.
Secara lebih rinci, chipset biasanya mencakup:
-
CPU (Central Processing Unit)
-
Bagian ini yang memproses instruksi dan menjalankan aplikasi.
-
Menentukan seberapa cepat smartphone mengolah data.
-
-
GPU (Graphics Processing Unit)
-
Bertanggung jawab untuk memproses tampilan grafis, seperti game, animasi, dan UI.
-
-
Modem (Baseband)
-
Untuk konektivitas seluler (4G, 5G, dll).
-
-
ISP (Image Signal Processor)
-
Mengolah data kamera dan mempengaruhi kualitas foto/video.
-
-
AI Engine / NPU (Neural Processing Unit)
-
Digunakan untuk fitur berbasis kecerdasan buatan, seperti pengenalan wajah, asisten virtual, dan optimasi foto.
-
-
DSP (Digital Signal Processor)
-
Untuk pemrosesan sinyal audio dan sensor.
-
Fungsi Utama Chipset:
-
Mengkoordinasikan semua komponen agar bekerja secara efisien.
-
Menentukan performa, efisiensi daya, dan fitur yang tersedia di smartphone.
-
Berperan besar dalam kemampuan gaming, kamera, dan daya tahan baterai.
Contoh chipset populer:
-
Qualcomm Snapdragon (misalnya Snapdragon 8 Gen 3)
-
MediaTek Dimensity
-
Apple A-series (misalnya A17 Bionic)
-
Samsung Exynos
Kalau mau saya jelaskan perbedaan beberapa chipset populer yang saat ini di gunakan di pasaran saat ini saya akan lanjutkan. Stay tune ya.
1. Qualcomm Snapdragon (seri 8 Elite / Gen 3 / Gen 2)
Gambaran Umum
Snapdragon seri 8 adalah chipset flagship Qualcomm untuk smartphone premium Android. Varian terbaru adalah Snapdragon 8 Elite (dirilis akhir 2024), menggantikan Snapdragon 8 Gen 3 dan sebelumnya Gen 2. Seri ini mengandalkan arsitektur ARM terbaru, fabrikasi 4 nm, serta fitur AI dan grafis mutakhir.
Spesifikasi Utama Snapdragon 8 Elite (2025)
-
CPU: 1x Cortex-X4 Prime (hingga 3.7 GHz), 5x Cortex-A720, 2x Cortex-A520
-
GPU: Adreno terbaru dengan dukungan ray tracing hardware
-
AI Engine: Hexagon NPU dengan kinerja AI 45% lebih cepat dari Gen 3 (Gizmochina)
-
Modem: Snapdragon X75 5G – kecepatan download hingga 10 Gbps
-
Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0
-
Proses fabrikasi: 4nm TSMC
Perbandingan Generasi
| Generasi | Tahun Rilis | Peningkatan Utama |
|---|---|---|
| 8 Gen 2 | 2022-2023 | GPU Adreno 740, 4nm TSMC, ray tracing dasar |
| 8 Gen 3 | 2023-2024 | CPU X4 lebih cepat, AI lebih kuat (NPU besar) |
| 8 Elite | 2024-2025 | Ray tracing optimal, AI on-device untuk Gemini, dukungan Bluetooth 6.0 |
Kelebihan Snapdragon Seri 8
-
Performa Gaming Terbaik
Snapdragon 8 Elite menduduki peringkat teratas AnTuTu dengan skor ±28 juta, mengalahkan pesaing seperti Dimensity 9400 dan Apple A18 Pro (GadInsider). -
AI On-Device Super Kuat
Mampu menjalankan model AI besar seperti LLM dan generative AI secara offline, cocok untuk era AI smartphone (Gizmochina). -
Modem 5G dan Wi-Fi Tercepat
Mendukung 10 Gbps 5G dan Wi-Fi 7, plus Bluetooth 6.0. -
Stabilitas & Ekosistem
Qualcomm punya optimasi luas untuk game, kamera (Spectra ISP), dan fitur premium lainnya.
Kekurangan Snapdragon Seri 8
-
Harga Tinggi
Chip ini hanya ada di flagship kelas atas, sehingga harga HP bisa di atas Rp15 juta (TechRadar). -
Konsumsi Daya
Meski lebih efisien dari generasi lama, performa puncak tetap membuat daya dan panas tinggi saat gaming berat. -
Tidak Sepenuhnya Unggul di AI vs Apple
Apple A18 Pro masih unggul di efisiensi daya dan single-core Geekbench.
MediaTek Dimensity adalah lini prosesor flagship dari MediaTek yang kini bersaing ketat dengan Qualcomm Snapdragon di segmen ponsel premium. Varian terbaru Dimensity 9400 (2024) membawa lompatan besar pada efisiensi dan kemampuan AI, menyaingi Snapdragon 8 Elite dan Apple A18 Pro.
Spesifikasi Utama Dimensity 9400 (2024/2025)
-
CPU:
-
1x Cortex-X5 Prime (3.4 GHz)
-
3x Cortex-X4
-
4x Cortex-A720
-
-
GPU: Mali Immortalis-G720 dengan dukungan ray tracing hardware
-
NPU (APU 790): AI generasi terbaru untuk generative AI (bisa jalankan LLM di perangkat)
-
Fabrikasi: 3 nm TSMC (lebih kecil dibanding Snapdragon 8 Elite yang pakai 4 nm)
-
Modem: 5G Sub-6 GHz & mmWave, kecepatan setara Snapdragon (hingga 10 Gbps)
-
Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4
(Sumber: Gizmochina, TechRadar)
Perbandingan Generasi
| Generasi | Tahun Rilis | Peningkatan Utama |
|---|---|---|
| Dimensity 9200 | 2022 | Arsitektur Cortex-X3, GPU Immortalis G715, ray tracing dasar |
| Dimensity 9300 | 2023 | Semua core big (Cortex-X4 & A720), AI generasi baru |
| Dimensity 9400 | 2024 | Cortex-X5, fabrikasi 3 nm, AI untuk model besar |
Kelebihan Dimensity Seri 9000+
-
Lebih Hemat Daya
Fabrikasi 3 nm TSMC di Dimensity 9400 membuatnya lebih efisien dibanding Snapdragon 8 Elite (4 nm) (Gizmochina). -
Harga Lebih Kompetitif
HP flagship dengan Dimensity sering dijual lebih murah 10–20% dibanding Snapdragon dengan spesifikasi setara (Suara.com). -
GPU Modern untuk Gaming
Immortalis-G720 mendukung ray tracing dan efisiensi tinggi, bahkan mendekati Adreno Snapdragon. -
AI On-Device
Mendukung model AI besar (hingga miliaran parameter), cocok untuk fitur AI Camera & Generative AI. -
Lebih Dingin
Umumnya lebih stabil dalam jangka panjang karena overheating lebih jarang dibanding Snapdragon (pada beberapa model).
Kekurangan Dimensity Seri 9000+
-
Ekosistem Game Kurang Lengkap
Developer game masih lebih banyak mengoptimasi untuk Snapdragon, sehingga kadang performa lebih baik di Snapdragon (TechRadar). -
Branding Masih Lemah di Flagship
Walau sudah premium, masih ada stigma bahwa MediaTek itu “kelas menengah” (Suara.com). -
Overheat pada Model Tertentu
Meski lebih efisien, beberapa HP tetap punya isu panas saat gaming lama, terutama Dimensity 9200 awal.
Performa Benchmark (2025)
-
Dimensity 9400:
-
AnTuTu: ±27 juta (di bawah Snapdragon 8 Elite ±28 juta)
-
Geekbench: Single-core lebih rendah dari Apple A18 Pro, tapi multi-core mendekati Snapdragon 8 Elite
(Sumber: GadInsider)
3. Apple A-Series (A18 Pro, A18)
Gambaran Umum
Chipset Apple A-Series adalah prosesor eksklusif untuk iPhone dan iPad. Varian terbaru A18 Pro (2024) hadir untuk iPhone 16 Pro, sedangkan A18 digunakan di iPhone 16 reguler. Apple fokus pada efisiensi daya, kinerja CPU single-core, dan integrasi dengan iOS, sehingga tetap dominan dalam pengalaman pengguna meskipun skor AnTuTu kalah dari Android flagship.
Spesifikasi Utama Apple A18 Pro
-
CPU: 2x High-Performance (Avalanche) + 4x High-Efficiency (Blizzard) core (arsitektur kustom Apple)
-
GPU: Apple GPU 6-core dengan dukungan ray tracing hardware
-
NPU (Neural Engine): 16-core Neural Engine untuk AI/ML (60% lebih cepat dibanding A17 Pro)
-
Fabrikasi: 3 nm TSMC (generasi kedua, lebih efisien dari A17 Pro)
-
RAM Support: LPDDR5 (6GB pada iPhone 16 Pro)
-
Prosesor Gambar: ISP terintegrasi untuk Photonic Engine dan fitur kamera AI
(Sumber: Gizmochina, Notebookcheck)
Perbandingan A18 vs A18 Pro
| Varian | GPU Ray Tracing | Core CPU | Neural Engine |
|---|---|---|---|
| A18 Pro | Ya | 6-core custom | 16-core |
| A18 | Tidak penuh | 6-core custom | 16-core |
(Sumber: Apple, Gizmochina)
Kelebihan Apple A18 Pro
-
Efisiensi Daya Superior
Proses 3 nm dan arsitektur Apple membuat daya tahan baterai sangat baik meskipun performa tinggi. -
Single-Core Tercepat di Dunia
Geekbench single-core A18 Pro mengalahkan semua pesaing Android, cocok untuk tugas sehari-hari dan aplikasi iOS. -
Integrasi Ekosistem
Kinerja maksimal berkat optimasi iOS, terutama untuk kamera, gaming, dan AI. -
Dukungan AI & Kamera
Neural Engine kuat untuk AI-based features (misal: Live Voicemail, Photo Intelligence). -
Ray Tracing untuk Gaming Premium
GPU mendukung ray tracing hardware, membuat grafis di game iOS sangat realistis.
Kekurangan Apple A18 Pro
-
Skor AnTuTu Lebih Rendah dari Android Flagship
A18 Pro berada di peringkat ke-6 AnTuTu, di bawah Snapdragon 8 Elite dan Dimensity 9400 (GadInsider). -
Tidak Fleksibel
Terikat ekosistem iOS, tidak mendukung fitur Android (misalnya dual space, root). -
Harga Sangat Mahal
Chip ini hanya tersedia di iPhone 16 Pro (harga mulai > Rp20 juta). -
Kurang Fokus di Multi-Core Gaming
Multi-core Geekbench masih kalah dari Snapdragon 8 Elite.
Performa Benchmark
-
AnTuTu: ±23 juta (Snapdragon 8 Elite = ±28 juta, Dimensity 9400 = ±27 juta)
-
Geekbench: Single-core tertinggi, multi-core kalah tipis dari Snapdragon & Dimensity
(Sumber: GadInsider)
Exynos 2400 adalah chipset flagship terbaru dari Samsung yang digunakan pada Galaxy S24 series (beberapa varian global). Chip ini dibuat untuk menyaingi Snapdragon 8 Gen 3 dan MediaTek Dimensity 9300, dengan peningkatan besar di CPU, GPU, dan AI generatif on-device.
Spesifikasi Utama Exynos 2400
-
CPU (10-core):
-
1x Cortex-X4 (3.2 GHz)
-
2x Cortex-A720 (2.9 GHz)
-
3x Cortex-A720 (2.6 GHz)
-
4x Cortex-A520 (1.95 GHz)
-
-
GPU: Xclipse 940 berbasis AMD RDNA 3 (dukung ray tracing hardware)
-
NPU: Peningkatan performa AI hingga 14,7x dibanding Exynos 2200 (Samsung Newsroom)
-
Fabrikasi: 4 nm Samsung EUV
-
Modem: 5G Sub-6 + mmWave, kecepatan hingga 10 Gbps
-
Memori: LPDDR5X, UFS 4.0
-
Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.3
(Sumber: Samsung Newsroom, Gizmochina)
Fitur Unggulan
-
GPU AMD RDNA 3: Mendukung ray tracing real-time untuk gaming seperti PC.
-
AI Generatif On-Device: Bisa menjalankan model LLM dan Vision AI langsung di perangkat.
-
ISP Canggih: Mendukung kamera hingga 320 MP, perekaman 8K HDR.
Kelebihan Exynos 2400
-
AI Performance Melesat
NPU baru 14,7x lebih cepat dibanding pendahulu, mendukung AI generatif on-device. -
GPU dengan Teknologi PC (AMD RDNA 3)
Mendukung ray tracing hardware, membuat gaming lebih realistis. -
Fitur Kamera Premium
ISP mendukung kamera besar dan teknologi HDR untuk foto/video kelas atas. -
Kompetitif di Multi-Core
Skor Geekbench multi-core cukup tinggi, mendekati Snapdragon 8 Gen 3.
Kekurangan Exynos 2400
-
Efisiensi Daya Masih Kalah dari Snapdragon
Fabrikasi Samsung 4 nm belum sehemat TSMC 4 nm atau 3 nm pada pesaing (Notebookcheck). -
Panas Saat Beban Berat
Gaming lama atau rendering bisa menyebabkan throttling. -
Ekosistem Game & Optimisasi Kurang
Developer lebih banyak mengoptimalkan untuk Snapdragon. -
Reputasi Campur Aduk
Banyak pengguna menganggap Exynos kalah stabil dibanding Snapdragon, meskipun sudah membaik.
Benchmark
-
AnTuTu: ±22 juta (di bawah Snapdragon 8 Gen 3 dan Dimensity 9300, apalagi 8 Elite)
-
Geekbench: Multi-core bagus, single-core kalah dari Apple A18 Pro dan Snapdragon 8 Gen 3
(Sumber: GadInsider)
Gambaran Umum
Kirin adalah chipset buatan HiSilicon (anak perusahaan Huawei) yang dulu bersaing ketat dengan Snapdragon dan Exynos di segmen flagship. Namun, sejak 2020, pengembangan Kirin terkendala sanksi AS yang membatasi akses Huawei terhadap teknologi ARM terbaru dan fabrikasi TSMC.
Meski demikian, Huawei berusaha bangkit dengan Kirin 9000S (2023) dan Kirin 9010 (2024) yang digunakan pada seri Huawei Mate 60 dan Pura 70. Chip ini menargetkan kelas menengah ke atas, tetapi performanya belum setara Snapdragon flagship.
Spesifikasi Kirin 9000S / 9010
-
CPU: 1x Cortex-A710 Prime (kustom), 3x Cortex-A78, 4x Cortex-A55 (untuk 9000S)
-
GPU: Maleoon 910 (buatan Huawei, bukan Mali/Adreno)
-
Fabrikasi: SMIC 7 nm (tanpa akses TSMC/ASML)
-
AI Engine: NPU untuk Huawei AI features (lebih lemah dibanding Snapdragon/Dimensity terbaru)
-
Modem: Mendukung 5G (Huawei mengakali sanksi dengan modem internal)
Kelebihan Kirin
-
Integrasi dengan Huawei HarmonyOS
Chip Kirin dioptimalkan untuk HarmonyOS, menghasilkan pengalaman pengguna yang stabil. -
Efisiensi Daya Oke untuk Mid-Range
Meski bukan prosesor flagship lagi, tetap hemat daya dibanding chip mid-range Android. -
Inovasi Mandiri Huawei
Upaya besar untuk tetap kompetitif tanpa akses ke ARM terbaru dan teknologi AS. -
Fitur AI & Kamera Huawei
Tetap mendukung fitur kamera canggih (XMAGE, AI HDR) karena optimasi software Huawei.
Kekurangan Kirin
-
Performa Jauh dari Flagship Global
Kirin 9010 setara Snapdragon 7+ Gen 2 atau Exynos 1480, bukan Snapdragon 8 Elite (Nextpit). -
Terbatas Teknologi Produksi
Masih memakai SMIC 7 nm, jauh tertinggal dari TSMC 4 nm atau 3 nm yang dipakai pesaing. -
GPU Lemah
Maleoon 910 masih kalah jauh dari Adreno (Snapdragon) dan Mali (Dimensity/Exynos) dalam gaming. -
Ekosistem Terkunci
Tidak mendukung Google Mobile Services, sehingga hanya cocok untuk pasar tertentu.
Benchmark
-
Kirin 9000S / 9010:
-
AnTuTu: ±1,5 – 1,8 juta (Snapdragon 8 Elite ±28 juta, Dimensity 9400 ±27 juta)
-
Geekbench: Jauh tertinggal dari flagship Android dan iOS
(Sumber: Gizmochina, Nextpit)
Ringkasan Perbandingan (Kesimpulan)
|
Chipset |
Kelebihan
Utama |
Kekurangan Utama |
|
Snapdragon |
Performa
top-tier, AI dan modem cepat, kualitas GPU |
Mahal,
konsumsi daya tinggi |
|
Dimensity |
Harga
kompetitif, efisien, GPU modern (RT-capable) |
Beberapa
punya isu panas, stigma dulu |
|
Apple A-series |
Ringan &
efisien, kuat di single-core, ekosistem kencang |
AnTuTu kurang
tinggi, ketat ke ekosistem |
|
Exynos |
NPU dan GPU
decent, integrasi Samsung |
Performa
inkonsisten, Samsung pilih Snapdragon sekarang |
|
Kirin |
Performa dulu
kuat (flagship) |
Terhalang
sanksi, performa menurun |
Tren Pasar & Konteks Terkini
-
MediaTek naik daun di segmen 5G murah: Pangsa pasar Dimensity meningkat dari 22.8% ke 29.2% pada Q1 2024, sementara Snapdragon turun menjadi 26.5% .
-
Premium tetap dikuasai Snapdragon dan Apple: Namun MediaTek agresif mengejar dengan seri-seri flagship baru TechRadarGadInsider.





0 komentar:
Posting Komentar