Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, sobat blogger kali ini saya posting hal yang cukup riskan dalam kehidupan kita selamat membaca.
Sobat "Alhamdulillah Aku Sakit." Pernahkah kalimat ini terbesit dalam benak kita ? Jawabannya yang paling banyak adalah tidak pernah. Biasanya kita mengucapkan kalimat "Alhamdulillah" ketika kita mendapatkann kenikmatan, mendapatkan sesuatu yang menyenangkann hati kita, sesuatu yang membahagiakan hati kita. Padahal ada sebuah riwayat yang shahih bahwasannya Nabi Muhammad SAW pernah bersabda kepada salah seorang shahabiyat yang bernama Ummul A'la yang saat itu dengan sakit dengan ucapan "Kabar gembira bagimu wahai Ummul A'la karena sesungguhnya sakitnya seseorang Muslim akan menghilangkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana api menghilangkan karatan yang terdapat pada emas dan perak." (HR. Abu Daud)
Tentu yag namaya mendapat kabar gembira yang diucapkan adalah Alhamdulillah. Namun, manusia dalam menyikapi ujian yang berbentuk sakit ini secara garis besar ada empat kelompok.
Kelompok pertama, marah dan jengkel. Mereka berburuk sangka kepada Allah SWT, merasa didzalimi. Sehingga mereka melampiaska kemarahan dan kejengkelan dengan meninggalkan perkara-perkara yang diperintahkan Allah SWT dan melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang. Inilah kelompok yang tidak lulus dalam ujian. Karena itu mereka akan medapatkan dua kesengsaraan. Pertama, kesengsaraan di dunia dengan penyakit yang dia derita. Kedua, kesengsaraan di akhirat dengan adzab Allah SWT di dalam neraka.
Kelompok kedua, sabar terhadap penyakit yang diderita demi mendapat pahala dari Allah SWT. Merekalah orang yang mendapat kabar gembira dari Allah SWT dengan mendapat keberkahan yang sempurna, rahmat, dan petunjuk.
Kelompok ketiga, ridho dengan penyakit yang dideritanya. Mereka tidak sekedar sabar saja tetapi ridha dengan ketetapan Allah SWT dan memahami bahwa ujian sakit merupakan salah satu bentuk dari kasih sayang Allah SWT kepada dirinya.
Kelompok keempat adalah kelompol yang bersyukur. Mereka tidak sekedar sabar dan ridha dengan penyakit yang diderita tapi lebih dari itu,yaitu bersyukur dengan penyakit yang ada pada dirinya. Mereka menganggap bahwa sakit merupakan sarana penghapus dosa dan meninggikan derajat di sisi Allah.
Semoga kita termasuk menjadi golongan yang bersyukur bukan golongan yang pertama amin ya robbal alamin. . . . .
Nah sobat itu tadi sedikit ilmu yang ana tau semoga bisa membantu dan menambah pengetahuan kita semua dan membuat kita semakin bertakwa kepada Allah amin, sekian akhir kata Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh..





0 komentar:
Posting Komentar